Story Eater Tales | 27 October 2014 |

THIS IS A GOOGLE TRANSLATION OF AN INDONESIAN REVIEW. THE REVIEW IN ITS ORIGINAL LANGUAGE IS INCLUDED FURTHER DOWN.

 

As far as I read this series, new in this third book I find romance. After the first and second books were treated to the scent of love of family and friendship, the third book entitled The Tunnels of Blood gives a new smell. It might be adjusted to the age of Darren.

But still (for romance-haters), not to "weigh" YA or adult novel really. Love-ala-ala cintaannya still puppy love or puppy love. And quite funny because Darren is ... Fairly new in the affairs involving the liver.

After all, romance is a sure thing there and it takes everyone, including the half-vampire Darren, who for his family his body was thought to have been the inhabitants of the land of the funeral, which was to keep a distance from humans.

Essentially, do not blame Darren for desired love.

But, even so, the existence of this romance so memudahkanku guess how this story will end. Mr Shan, the author, several attempts to bring the round, but the rotation does not work on me. I still can guess how the climax and ending of the book The Tunnels of Blood.

So, overall, Tunnels of Blood hefty book. Entertaining and some "argued-denial" between Darren and Mr. Crepsley is very interesting to observe. Attitude shyly at the girl he met Darren also quite funny and will probably remind ourselves when we first had a crush on someone, hahah.

Oh, you wonder why titled Tunnels of Blood or in Indonesian; Tunnels of Blood? Of course, because in this story involving the tunnel. But why the bloody tunnel? Is the tunnel to experience a monthly cycle? #eh #ditimpukensiklopedia be definite location is bloody tunnel.

And that's all I can say about the main theme.

For an explanation of the vampire world, in this book there are a few extras. Kayak such as, how to distinguish between a vampire and a vampaneze (blood-sucking vampire victim until exhausted or kill their victims) and why vampires only suck a little blood victims.

Oh yes, every time I read the Darren Shan novels, somehow, I sometimes cringe own. Though there is no detail that makes the horror or the scene that facilitates the emergence of spooky creatures. Those who also read the Darren Shan series, do you also feel the same way?

--------------------------

Sejauh aku membaca serial ini, baru di buku ketiga ini aku menemukan kisah romansa. Setelah di buku pertama dan kedua disuguhi aroma cinta keluarga dan persahabatannya, buku ketiga yang diberi judul Tunnels of Blood memberi bau yang baru. Mungkin disesuaikan dengan umur Darren.

Tapi tenang (bagi romance-haters), tidak sampai "seberat" novel YA atau dewasa kok. Cinta-cintaannya masih ala-ala puppy love atau cinta monyet. Dan cukup lucu karena Darren masih... Cukup baru dalam urusan yang melibatkan hati ini.

Lagipula, romansa adalah hal yang pasti ada dan dibutuhkan semua orang, termasuk Darren yang setengah vampir, yang bagi keluarganya jasadnya dianggap telah menjadi penghuni tanah permakaman, yang mesti menjaga jarak dengan manusia.

Intinya, jangan salahkan Darren karena haus akan kasih sayang.

Tapi, walau begitu, keberadaan romansanya ini jadi memudahkanku menebak bagaimana kisah ini bakal berakhir. Mr. Shan, sang penulis, beberapa kali mencoba menghadirkan putaran, tapi putarannya tak berhasil pada diriku. Aku masih tetap bisa menebak bagaimana klimaks dan ending dari buku Tunnels of Blood ini.

Jadi, secara keseluruhan, Tunnels of Blood buku yang lumayan. Menghibur dan beberapa "bantah-bantahan" antara Darren dan Mr. Crepsley sangat menarik untuk disimak. Sikap malu-malu Darren pada gadis yang ditemuinya juga cukup mengundang tawa, dan mungkin bakal mengingatkan pada diri kita saat kita pertama kali naksir seseorang, hahah.

Oh, kalian penasaran kenapa diberi judul Tunnels of Blood atau dalam bahasa Indonesia; Terowongan Darah? Tentu saja karena dalam cerita ini melibatkan terowongan. Tapi kenapa terowongan itu berdarah? Apakah terowongan itu mengalami siklus bulanan? #eh #ditimpukensiklopedia yang pasti yang menjadi lokasi berdarah adalah terowongan.

Dan hanya itu yang bisa aku katakan mengenai tema utamanya.

Untuk penjelasan dunia vampirnya, di buku ini ada beberapa tambahan. Kayak semisal, bagaimana cara membedakan vampir dan vampaneze (vampir penghisap darah korbannya hingga habis atau membunuh korbannya) dan kenapa vampir hanya menghisap sedikit darah korbannya.

Oh ya, tiap kali membaca novel-novel Darren Shan, entah kenapa, aku kadang merasa ngeri sendiri. Padahal tak ada detail yang bikin ngeri atau adegan yang memfasilitasi kemunculan makhluk-makhluk seram. Buat yang juga baca serial Darren Shan, apa kalian juga merasakan hal yang sama?

Read more...Return to reviews listing

From the Gallery
  • To coin a phrase

    from Darren's Blog on 16 September 2019

    Shakespeare invented a plethora of words and phrases that have become part of our established,...

    Read full entry
  • TOUR details - see Shanville Monthly

    from Events on 06 August 2017


    Read full entry
  • From Twitter: